Keselamatan Anda dan Masa Depan Umat Figh Tahawwulat – Bahagian III

Adapun tanda-tanda hari kiamat yang kecil diantaranya: khabar gembira para nabi akan datangnya Nabi terakhir, Nabi Muhammad, peringatan para nabi akan dajjal dan keburukannya, perang Badar, Uhud dan Khandaq, peperangan dan perbezaan dalam agama dan banyak lagi tanda-tanda yang lainnya.

Adapun contoh dari tanda-tanda hari kiamat yang menengah adalah kewafatan kekasih kita, Rasulullah SAW, terbunuhnya Umar bin Khattab, Uthman bin Affan, Ali bin Abi Talib, Imam Husain, munculnya masa negara-negara kecil dan perpecahan, dan banyak lagi tanda-tanda yang lainnya.

Dan contoh tanda-tanda hari kiamat yang besar antara lain; munculnya Imam Mahdi, Dajjal, Isa Al Masih, Yakjuj dan Makjuj, asap tebal, dan banyak lagi tanda-tanda lain yang pada akhirnya akan berakhir dengan hari kiamat yang tak seorangpun mengetahuinya.

FITNAH DAN TINDAKAN SEORANG MUSLIM

Fitnah adalah cubaan yang bersifat umum atau menyeluruh yang menimpa perseorangan ataupun umat Islam secara keseluruhan dan berpotensi menyebabkan tergelincirnya orang tersebut dari jalan yang telah ditentukan oleh syariat. Fitnah seperti ini dapat kita lihat dalam Surah al-Kahfi, di mana Allah telah menyebutkan beberapa fitnah, seperti fitnah dalam agama yang dihadapi oleh sekelompok pemuda sehingga mereka memilih jalan untuk menyendiri di sebuah gua dengan tujuan menyelamatkan agama mereka. Fitnah juga boleh diertikan sebagai ujian bagi seorang muslim yang mana dengan bersabar menghadapi ujian tersebut dia boleh mendapatkan pahala, seperti fitnah atau ujian harta, keturunan, keluarga dan semacamnya.

Rasulullah SAW dalam banyak kesempatan menjelaskan kepada kita tentang apa saja yang akan terjadi setelah kepergian beliau dan apa yang harus dilakukan di setiap kejadian tersebut. Maka dari itu, cukup banyak kita temukan teks-teks hadis yang mengungkap dan meneropong masa depan.

Seperti yang Allah tegaskan dalam al-Quran, Rasulullah SAW tidaklah berbicara dengan dorongan hawa nafsu, tapi semua perkataan beliau adalah wahyu. Satu persatu sabda Rasulullah SAW terungkap bermula dari terbunuhnya Umar, Uthman, Ali, munculnya Bani Umaiyah, Bani Abbasiyyah, Bani Uthmaniyyah, dan banyak lagi kejadian-kejadian yang telah Rasulullah sebutkan. Semuanya sudah terjadi, kita tinggal menunggu hal-hal yang akan terjadi di waktu mendatang baik dalam waktu sangat dekat atau waktu dekat ini sesuai sabda Rasulullah SAW.

Yang jelas, seperti yang telah Rasulullah sebutkan dalam banyak hadits beliau, umat beliau akan menghadapi banyak fitnah dan fitnah-fitnah itu merupakan ‘persiapan’ untuk fitnah yang terbesar, yaitu fitnah dajjal. Rasulullah Saw bersabda, “…dan tidaklah fitnah itu dibuat, baik itu fitnah kecil ataupun besar melainkan untuk fitnah dajjal.”

Dalam sebuah kesempatan Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Zaid al-Ansari, melaksanakan solat Subuh dan kemudian beliau menaiki mimbar beliau, kemudian beliau berkhutbah hingga waktu Zuhur, kemudian beliau solat Zuhur, lalu beliau naik mimbar lagi dan berkhutbah hingga waktu Asar, kemudian beliau solat Asar dan lantas menaiki mimbar lagi dan berkhutbah hingga matahari terbenam. Maka, orang yang paling tahu di antara kami, para sahabat adalah orang yang paling hafal. Hadis serupa juga diriwayatkan oleh beberapa sahabat lainnya seperti Saidina Umar, Hudzaifah bin Al Yamaan, Anas dan lainnya.

Rasulullah SAW juga sudah menyebutkan fasa-fasa yang akan dihadapi oleh umat Baginda. Setelah melihat kepada beberapa teks-teks hadis, dapat disimpulkan bahwa fasa-fasa yang akan dihadapi oleh umat beliau adalah sebagai berikut

a) Fasa kenabian
b) Fasa khulafa’ rasyidin (30 tahun)
c) Fasa kerajaan yang ‘menggigit’ (Dinasti Umayyah {45-132} dan Abbasiyah{132-656})
d) Fasa negara-negara kecil dan perpecahan (disebabkan oleh serangan Mongolia danPerang Salib)
e) Fasa Dinasti Utsmaniyyah
f) Fasa ‘buih’yang mencakup banyak fase
g) Fasa Imam Mahdi
h) Fasa Dajjal
i) Fasa Nabi Isa
j) Fasa Ya’juj dan Ma’juj
k) Fasa pengangkatan tauhid
l) Hari kiamat.

Maksud kita mengidentifikasi fasa-fasa seperti diatas bukan untuk menentukan bila akan terjadinya hari kiamat, akan tetapi agar kita tahu, sedar dan faham kita sedang berada di masa yang mana, apa yang akan datang dan apa yang harus kita lakukan di setiap fasa yang kita hadapi sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW.

Dari fasa (a) hingga fasa (e) sudah jelas berlalu, dan sangat penting kita tahu – sesuai dengan pendapat Habib Abu Bakar Al-Adni dan beberapa pakar ilmu akhir zaman – bahawa kita berada dalam fasa yang keenam, iaitu fasa buih yang dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan bahawa umat Islam ketika fasa itu laksana buih “Ghutsaa’”.

Ada beberapa petunjuk dari Rasulullah Saw kepada kita, umat yang sangat beliau cintai mengenai apa saja yang harus kita lakukan ketika kita menghadapi fitnah-fitnah yang terjadi. Semua itu tak lain merupakan wujud kasih sayang beliau kepada kita agar kita tidak terjatuh ke dalam jurang yang sama dalam sejarah yang terulang. Di antara tindakan-tindakan kita adalah:

1. Kembali menghidupkan dan mengamalkan ajaran dan petunjuk-petunjukRasulullah Saw.
2. Menjauhi fitnah-fitnah yang sedang terjadi.
3. Menjaga lisan dan tangan.
4. Bersabar terhadap prinsip keselamatan sekalipun sangat sulit melihat bahwa di akhir zaman memang akan terjadi penyimpangan yang sangat besar.

Penutup

Setelah penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ilmu fiqih tahawwulat ini sangat penting dan berpengaruh bagi masa depan umat Islam secara keseluruhan dan juga bagi setiap individu dari umat Rasulullah Saw. Dengan ilmu ini, seorang muslim dapat memiliki gambaran mengenai hal-hal yang akan dia hadapi dan juga sekaligus menentukan sikap dan tindakan yang harus dia ambil ketika menghadapi berbagai hal yang boleh menjerumuskan dia ke jurang kesesatan dan perangkap syaitan.

Demikian yang dapat ditulis mengenai ilmu Fiqh Tahawwulat ini, meskipun sebenarnya ilmu ini memiliki lima cabang. Namun, melihat kapasiti waktu dan juga beberapa faktor lain, maka hanya dapat dinjelaskan sedikit hal mengenai satu dari lima cabang ilmu itu. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat bagi generasi kita dan generasi-generasi setelah kita. Juga, semoga Allah selalu menyelamatkan kita, orang tua kita, keluarga kita, orang yang kita cintai dan semua umat Islam.

Wallahu A’lam

Penulis Asal: Ustaz Syaiful Arif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*